Sabtu, 15 Agustus 2009

what if?

1.gimana jadinya jika gue bukan anak mama dan ayah ?

mungkin gue akan jadi anaknya pak presiden atau mungkin malah jadi anak tukang becak? hmm, yang jelas gue bersyukur lahir di keluarga ini dan menerima banyak pelajaran dari mama dan ayah.

2. gimana jadinya kalo gue nggak pernah mau disuruh ikut lomba nyanyi waktu lomba 17an dulu?

mungkin gue sama sekali ga pernah punya piala juara 1 lomba apapun

3. gimana jadinya kalo gue tetep milih masuk smpn 2 bekasi dan nggak nurutin mama buat masuk smpn 12 bekasi?

mungkin gue nggak akan ketemu sama sahabat- sahabat gue, temen temen deket gue, bahkan gebetan gue yang sekarang jadi sahabat gue. dan gue juga nggak akan masuk sman 8 jakarta

4. gimana jadinya kalo gue nggak memberanikan diri buat daftar ke sman8 ?

mungkin gue cuma jadi anak sman 1 bekasi aja, dan tidak pernah mencecap pelajaran di jakarta.

5. gimana kalo dari awal sekolah gue tidak memutuskan untuk nge-kos?

gue nggak akan satu kosan sama firda, nadiya. dhea juga nggak ( karena dia gue yang ngajak ). ACD juga nggak akan pernah ada. gue nggak akan bisa pulang sore

6. gimana kalo hasil tes matrikulasi menempatkan gue di kelas xa dan bukan xd ?

mungkin gue nggak akan pernah ngerasain serunya xd. atau mungkin xd nggak akan seru, karena nggak ada guenya ( ngarep ). nggak akan ada acd

7. gimana kalo waktu milih tempat duduk gue nggak duduk di belakang eky?

mngkin gue nggak akan kecipratan rajinnya eky, mungkin gue akan ja lebi bodoh dari ini. mungkin gue nggak akan ngerti pelajaran matematik yang diajarin pak iman.

8. gimana kalo waktu expo subsi 2008 gue nggak ngobrol sama disa?

gue nggak akan perna duduk sama dia dan deket sama dia. gue nggak akan main ke rumah dia. dan gue akan tetep duduk sama ayoe. dan xd nggak akan seasik itu. dia juga nggak akan jadi bagian dr acd

9. gimana kalo gue nggak memilih siera sebagai subsi gue?

mungkin gue akan masuk art atau mesis dan gue nggak akan membuat kesalahan waktu upacara ( karena pastinya gue nggak akan jadi petugas ). gue nggak akan perna tau yang namanya kak rezky atau kak uto. gue juga nggak akan ngerasain keluarganya siera.

ternyata banyak dari pilihan-pilian gue yang walau gue anggap nggak terlalu penting, ternyata membawa gue pada suatu hal yang amat berkesan bagi gue. Hidup memang seperti kotak misteri dimana kita nggak pernah tau kita akan dibawa kemana. Dan pilihan merupakan sarana yang membawa kita menuju keidupan itu sendiri.Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menerima dan menjadikan hasil dari pilihan itu sebuah jalan menju kesuksesan.

so, jangan kuatirkan pilihan mu. apapun itu, ia akan membuatm menemui hidup yang lebih berwarna.

trust me

1 komentar: